Posted on 17/03/2020 in Destinantion

Vihara Buddhagaya Watugong Semarang

Vihara ini merupakan tonggak sejarah kebangkitan agama Buddha di Indonesia yang sebelumnya berjaya.

Agama Buddha pernah berjaya di Nusantara ini pada masa Kerajan Majapahit (1215- 1522) yang konon mulai dari Raja pertama Majapahit Raden Wijaya hingga kepemimpinan Dyah Sūryawikrama Giriśawardhana.

Namun setelah Adipati Unus ( Anak Raden Patah ) mendirikan sebuah Kerajaan Islam pertama di pulau Jawa, Demak Bintara, maka sedikit demi sedikit penganut Buddha mulai ‘hilang’.

Bhante Ashin adalah salah satu tokoh kebangkitan Buddha di Indonesia. Bhante Ashin, demikian panggilan umat Buddha yang ditujukan kepada Yang Mulia Maha Nayaka Sthavira Ashin Jinarakkhita. Bhante Ashin dilahirkan di Bogor pada tanggal 23 Januari 1923.

Strive not to be a success, but rather to be of value.

 

Pada awal tahun 1946, Bhante Ashin meneruskan pendidikannya di Belanda sebagai pelajar pekerja. Sekembalinya ke Indonesia, beliau menjadi seorang Anagarika.

Beliau mencetuskan ide brilian untuk menyelenggarakan upacara Tri Suci Waisak secara nasional, di Candi Borobudur. Akhirnya pada tanggal 22 Mei 1953 acara tersebut berhasil dilaksanakan.

Sejarah Vihara Watu Gong

Berawal dari kedatangan Bhante Naradha Mahathera dari Srilanka di sekitar tahun 1930, yang menjadi missionaries Buddhis pertama setelah 500 tahun pasca Majapahit.
Vihara Buddhagaya Watugong ini diresmikan pada tahun 1955 oleh YM Bhante Narada dan Bhante Ashin.

Di lokasi vihara ini pengunjung dapat melihat “Pohon-Boddhi” yaitu pohon yang ‘berjasa’ kepada Sang Buddha Gotama pada saat mencapai Pencerahan Sempurna, dan yang menanam tersebut adalah Bhante Naradha Mahathera.

Renovasi Vihara Watu Gong dimulai dari tahun 2001 yang ditandai dengan diresmikannya Gedung Dhammasala oleh Gubernur Jawa Tengah H. Mardiyanto serta peletakan batu pertama pembangunan Patung Buddha setinggi 36 m oleh Menteri Agama Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, MA pada 3 November 2002.

Total luas area yang tersedia sebesar 2,5 hektar. Dana yang digunakan untuk pembangunan Gedung Dhammasala dan sarana penunjangnya yang dimulai sejak Februari 2001 tersebut mencapai 3 (tiga) milyar rupiah.

Selain itu, Gedung Dhammasala terdapat pula Monumen Watugong, patung Dewi Kwan Im, patung Buddha di bawah pohon Bodhi yang terletak di pelataran vihara, patung Buddha tidur berwarna coklat dengan pakaian dan tubuh berwarna emas di sebelah kiri pagoda, serta kolam teratai di sekitar pagoda.

Di sini pengunjung juga dapat melihat kemegahan sebuah Pagoda setinggi 45 meter yang tersusun dengan 7 tingkatan, disebut sebagai Pagoda Avalokitesvara atau biasa disebut Pagoda Metakaruna yang berarti pagoda cinta dan kasih sayang. 7 tingkatan yang menyempit ke atas tersebut dimaknai sebagai kesucian yang akan dicapai oleh pertapa setelah mencapai tingkat ke tujuh.

Pagoda ini didirikan untuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Po Sat yang dipercaya oleh umat Buddha sebagai dewi kasih sayang. Pagoda Avalokitesvara yang identik dengan perpaduan warna merah dan kuning khas bangunan Tiongkok ini diresmikan oleh MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia pada tahun 2006.

Di dalam Pagoda Avalokitesvara yang berukuran 15 x 15 meter dan berbentuk segi delapan ini terdapat patung Dewi Kwan Im berukuran 5,1 meter, serta patung Panglima We Do di sisinya.

Di tingkat kedua hingga keenam, ada patung Dewi Kwan Im yang menghadap ke empat penjuru mata angin. Ini dimaksudkan supaya sang dewi dapat memancarkan welas asih ke empat penjuru.

Sedangkan di bagian puncak pagoda terdapat patung Amitabha, yaitu guru besar para dewa dan manusia. Di puncak ini juga terdapat stupa untuk menyimpan relik, yaitu mutiara Buddha. Namun, Anda tidak dapat ke puncak pagoda, karena di pagoda ini tidak disediakan tangga untuk mengakses puncaknya. Total patung yang ada di Pagoda Avalokitesvara berjumlah 30 buah.

Pagoda Avalokitesvara sendiri digunakan oleh para penganut Buddha untuk ritual Tjiam Shi, yaitu ritual untuk membaca masa depan bagi yang melakukannya.

Tertarik untuk berwisata di Pagoda Avalokitesvara Semarang ? Silakan hubungi Semarang Tour Guide di https://wa.me/6285756797979