Posted on 14/03/2020 in Hotel Resort, Restaurant

MesaStila, Resort Di Tengah Kebun Kopi

Bermalam di Mesa Stila Resort & Spa Magelang kok bisa menghilangkan dan membunuh stress ?

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Mesa Stila Resort & Spa, saya benar-benar terpesona oleh bangunan yang berwarna putih kekuningan, yaitu Train Station yang dijadikan sebagai Concierge. Bangunan yang sengaja diboyong dari mayong Jepara ini dulunya merupakan kantor penjualan tiket kereta api yang dibangun pada tahun 1878.

Disambut oleh Mas Noor dengan keramahan yang tulus semakin membuat warna jiwa penuh suka cita, ditambah lagi melihat senyuman seorang gadis yang berparas sangat lembut khas “wong Jowo” ( orang Jawa ).

 

Strive not to be a success, but rather to be of value.

 

Bulan Maret 2020 lalu saya datang ke Mesa Stila bersama mas Joko Suratno, Ketua ASITA Jawa Tengah, dalam rangka memenuhi undangan rapat rutin Badan Promosi Pariwisata Daerah Jawa Tengah.

Kesempatan ini saya manfaatkan untuk showing keseluruhan sudut-sudut yang menjadi keunikan yang tidak bisa dijumpai di tempat lain, dipandu oleh Mas Noor saya diajak mengunjungi sebuah lapangan rumput hijau yang bersih dimana dari tempat tersebut saya bisa melihat keindahan lukisan alam berupa Gunung Merapi yang menjulang tinggi dikelilingi awan putih tipis.

Salah satu tempat yang sangat menarik perhatian saya adalah The Club House yang dibangun pada tahun1928, bangunan yang paling asli di Mesa Stila. Pada masa itu bangunan ini digunakan sebagai tempat tinggal oleh pemilik pertama Mr. Gustaaf Van Der Sowan, orang Belanda.

Sekarang ini bangunan The Club House tersebut digunakan sebagai Front Office Mesa Stila. Tiap sore tempat ini sangat disukai oleh para tamu yang menginap di sini, menikmati sajian Tea Time khas Mesa Stila di kursi-kursi antik sambil menikmati udara yang sangat segar dan melihat keindahan lukisan alam berupa empat Gunung sekaligus, Sindoro, Sumbing, Ungaran dan Prahu.

Ada yang unik lagi di halaman The Club House, yaitu Labirin Walk, sebuah lapangan berbatu untuk refleksi kaki. Diterangkan oleh Mas Noor bahwa di sini para pengunjung dapat melakukan aktifitas ritual Mesa Stila, dimulai dengan memukul Gong lalu pejamkan mata untuk meraih ketenangan dan selanjutnya berjalan mengikuti alur laibirin Walk tanpa alas kaki hingga di titik tengah.

Dari titik tengah tersebut kita bisa melihat 8 (delapan) batu yang besar, batu besar tersebut adalah simbol dari 8 (delapan) Gunung yang mengelilingi Mesa Stila : Gunung Andong, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Sumbing, Sindoro, Ungaran dan Prahu.

Tidak ada kalimat yang pantas diucapkan, selain : Luar biasa indah, tenang dan penuh pesona. Ayo ! ajak keluargamu bermalam di sini.